JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: W. Hasibuan.
- Pesawat Fokker dirancang oleh Anthony Fokker, seorang warga negara
Belanda. Bernama lengkap Anton Herman Gerard Fokker, ia lahir pada 6
April 1890. Tanah kelahirannya adalah Blitar, Jawa Timur. Waktu itu
Blitar masih masuk dalam wilayah Karesidenan Kediri.
Anthony
Fokker adalah anak kedua dari pasangan pemilik kebun kopi, Herman Fokker
dan Johanna Hugonia Wouterina Wilhelmina Diemont. Waktu umurnya
menginjak 4 tahun, keluarga Fokker pindah ke Belanda dan tinggal di
Haarlem.
Fokker mulai tertarik pada pesawat ketika menonton
pameran penerbangan Wilbur Wright di Prancis pada1908. Di usia 20 tahun,
1910, Herman Fokker mengirim anaknya ke Jerman untuk mengambil
pendidikan mesin mobil di Sekolah Teknik Bingen. Karena Fokker muda
lebih tertarik dengan kapal terbang, dia pun pindah sekolah ke Erste
deutsche Automobil-Fachschule di Mainz, Jerman. Pada Desember 1910, dia
membangun pesawat pertamanya yang bernama de Spin atau the Spider atau
si Laba-laba.
Tapi si Laba-laba tak berumur panjang. Di akhir
Desember 1910, pesawat itu hancur waktu diterbangkan rekan bisnisnya
yang menabrak pohon. Kala membangun pesawat kedua, Fokker mendapat izin
pilot. Dengan begitu dia bisa mengendarai pesawatnya sendiri. Tapi Spin
II juga hancur karena jatuh pada Mei 1911.
Fokker kemudian
menjadi terkenal. Di negaranya, Belanda, Anthony Fokker menjadi pesohor
setelah terbang mengelilingi menara Sint-Bavokerk di Haarlem, 31 Agustus
1911. Waktu itu dia memiloti Spin versi ketiganya. Bahkan Spin III ini
dibeli Jerman pada 1913.
Lelaki ini semakin terkenal kala ia
menerbangkan pesawatnya di perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Pada
1912, Fokker pindah ke Johannisthal, dekat Berlin, dan mendirikan
perusahaannya sendiri: Fokker Aeroplanbau. Sejak itu dia menciptakan
pelbagai jenis pesawat.
Sepanjang Perang Dunia I, Pemerintah
Jerman mengambil alih pabrik Fokker. Sejak itu, Anthony Fokker mulai
merancang kapal perang untuk Angkatan Udara Jerman. Hasilnya ada 700
pesawat yang dibuat khusus untuk Perang Dunia I. Selain membuat pesawat,
Fokker juga ahli menerbangkan pesawat. Karena itu dia kerap melakukan
demonstrasi terbang.
Usai Perang Dunia I, Anthony Fokker pulang
kampung. Di Belanda, dia mulai membangun perusahaan penerbangannya:
Dutch Aircraft Factory, pendahulu Fokker Aircraft Company. Saat itu
Jerman-Belanda tengah melakukan pelucutan senjata besar-besaran. Tapi
Fokker tidak pulang ke rumah dengan tangan kosong. Dia berhasil
memboyong suku cadang pesawat militer D.VII dan C.I. Hasilnya dia bisa
membangun pesawat baru untuk masyarakat sipil.
Pada 25 Maret
1919, Fokker menikah dengan Sophie Marie Elisabeth von Morgen di
Haarlem. Tapi perkawinan itu cuma bertahan empat tahun saja. Di 1922,
Fokker memutuskan hijrah ke Amerika Serikat dan mendirikan Fokker
Aircraft Corporation. Dia juga mengubah kewarganegaraan menjadi penduduk
Amerika dan menikahi Violet Austman pada 1927. Tinggal di Amerika
selama sembilan tahun, Fokker meninggal di usia 49 tahun. Dia tewas
akibat penyakit pneumococcal meningitis pada 1939.
