RIO DE JANEIRO, (TRIBUNEKOMPAS) By: Tommy.
- Ada penyebab apakah sehingga masalah kemiskinan begitu sulit ditanggulangi di negara Indonesia?
- Inilah yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan, barangkali lebih dari
separuh negara di dunia tidak bisa mencapai seluruh sasaran yang telah
ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada 2015.
"Sejak
MDGs disusun dari Konferensi Rion 1992, dalam implementasi 20 tahun
kemudian tidak semua sasaran atau target MDGs bisa dicapai. Ini realitas
tanpa mencari siapa yang bersalah dan bertanggung jawab pada tingkat
global," kata Presiden Yudhoyono dalam keterangan pers di Rio de
Janeiro, Brasil, Jumat 22/6/2012 waktu setempat atau Sabtu 23/6/2012
WIB.
Delapan target MDGs yang tidak mampu dicapai semua negara
itu meliputi mengurangi kemiskinan absolut, melakukan pendidikan dasar,
pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, mengurangi kematian anak
dan balita, mengurangi kematian ibu melahirkan, mengatasi penyakit
menular seperti HIV dan malaria, pengelolaan lingkungan yang baik, dan
kerja sama internasional untuk mencapai MDGs.
"Indonesia sendiri
hampir pasti pada 2015 nanti ada sasaran yang bisa dicapai, ada yang
lebih, dan ada satu dua yang kita masih harus berjuang mudah-mudahan
bisa tembus sesuai dengan sasaran yang kita capai," katanya.
Becermin
pada realitas itu maka para pemimpin dunia kembali berkumpul di Rio de
Janeiro, 20-22 Juni 2012, untuk menggelar Konferensi Rio+20 guna
memastikan bahwa komitmen yang dituangkan dalam kerangka MDGs
betul-betul membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat dunia.
"Apa yang diungkapkan oleh para pemimpin dunia itu adalah the what, the why, dan the how (mengapa MDGs belum tercapai)," katanya.
Dalam
Konferensi Rio+20 yang berlangsung di Riocentro yang terletak di
pinggiran Rio de Janeiro, sekitar 192 pemerintah dari seluruh dunia dan
23 organisasi internasional menyampaikan pandangannya tentang
pelaksanaan MDGs selama 20 tahun terakhir dalam sejumlah sesi panel.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangannya pada sesi
panel ketiga dan menjadi pembicara ke-13. Dalam pidatonya, Presiden
menggarisbawahi mengenai kebijakan Indonesia untuk menerapkan ekonomi
hijau dan menjaga ekosistem laut melalui program ekonomi biru.
Lebih
lanjut, Presiden mengatakan bahwa dalam beberapa kesempatan, pengertian
MDGs sering direduksi hanya urusan negara berkembang atau bagaimana
negara-negara itu mengatasi kemiskinan absolut. "Tidak (seperti itu).
Ada kewajiban dunia, ada kewajiban negara-negara maju agar MDGs itu bisa
dicapai," kata Presiden merujuk pada sasaran ke delapan MDGs.
Presiden
Yudhoyono berada di Rio de Janeiro untuk menghadiri KTT Rio+20 atau KTT
PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan. Seusai melakukan kunjungan kerja
ke Rio de Janeiro, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke
Ekuador untuk melakukan kunjungan kenegaraan.
